Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat Terbang

Lebaran sebentar lagi, rencananya mau pulang kampung naik pesawat terbang, maklum sudah beberapa kali lebaran selalu saja naik bus. Tiket pesawat sudah dibeli jauh hari kemaren mumpung harganya agak murah, namun menjadi pikiran sekarang ini bahwa istri lagi hamil, apakah nanti diperbolehkan naik pesawat? Begitulah kira kira curhatan seorang teman yang kebetulan istrinya sedang hamil sementara mereka sekeluarga akan pulang kekampung halaman untuk berlebaran menggunakan pesawat terbang.
Ibu Hamil

Tidak ada larangan bagi ibu hamil naik pesawat terbang selama masih memenuhi aturan yang ditetapkan oleh setiap maskapai penerbangan. Biasanya nanti pada saat check in, pihak maskapai penerbangan akan meminta surat keterangan dari dokter, oleh karena itu sebelum jadwal keberangkatan, biasanya 1 minggu sebelum keberangkatan mintalah surat keterangan/izin terbang dari dokter. Surat ini berisikan keterangan tentang usia kehamilan, perkiraan waktu kelahiran dan kesehatan kehamilan dan si ibu.

Usia kandungan/kehamilan yang aman berpergian menggunakan pesawat terbang adalah pada saat usia kandungan 4 sampai dengan 6 bulan. Bagi wanita yang memiliki kandungan lemah, usia kandungan dibawah 4 bulan akan berbahaya dan pada usia kandungan 7 bulan ke atas dikhawatirkan bisa melahirkan didalam pesawat. Setiap maskapai penerbangan mempunyai aturan masing masing mengenai penumpang hamil ini.

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat Garuda Indonesia

Untuk kehamilan pertama dan kedua dengan kondisi kesehatan yang normal dan tanpa keluhan dengan usia kehamilan sampai 32 minggu diterima tanpa larangan dan harus mengisi Formulir Informasi Medis (MEDIF) untuk perjalanan udara.

Jika kehamilan disertai dengan keluhan seperti sakit atau nyeri dan sebagainya, maka diterima dengan syarat. Izin medis harus disetujui oleh Dokter Garuda Indonesia atau dokter yang ditunjuk dan diperoleh 7 hari sebelum dimulainya perjalanan.

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat Citilink

Ibu hamil dapat melakukan perjalanan dengan pesawat ketika umur kandungannya mencapai maksimal 27 minggu dan pulang pada saat umur kandungannya berkisar antara 28-34 minggu apabila mendapatkan surat dari dokter yang menyatakan umur kandungannya dan bahwa ia sehat untuk melakukan perjalanan dengan pesawat. Penumpang tersebut harus mengisi Formulir Perjalanan untuk Ibu Hamil.

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat Sriwijaya Air

Penumpang dengan usia kehamilan maksimal 32 minggu, diperbolehkan terbang dengan terlebih dahulu mengisi formulir informasi medis yang tersedia. Kondisi di luar itu, atau yang memerlukan perhatian khusus, penumpang diwajibkan melengkapi dokumen penerbangan dengan surat keterangan sehat untuk terbang dari dokter dan disetujui oleh pihak Sriwijaya Air.

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat Lion Air

Semua ibu hamil harus menandatangani pernyataan pembebasan tangungjawab. Penumpang yang usia kandungannya lebih dari 28 minggu harus menunjukkan Sertifikat Kesehatan yang menyatakan bahwa penumpang tersebut cukup sehat untuk melakukan perjalanan udara di counter check-in.

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat Air Asia

Penumpang yang sedang hamil berkewajiban memberitahukan kepada Airasia kondisi kehamilannya pada saat melakukan pemesanan kursi dan di konter check-in. Untuk kehamilan hingga 27 minggu maka penumpang harus menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas AirAsia/AirAsia X pada saat melakukan check-in untuk membebaskan AirAsia/Airasia X dari pertanggungjawaban yang timbul dari hal tersebut.

Kehamilan antara 28 minggu hingga 34 minggu, maka penumpang diharuskan menyerahkan surat keterangan dokter yang disetujui yang mengkonfirmasikan usia kehamilan telah masuk ke minggu ke berapa dan bahwa penumpang dalam kondisi fit untuk bepergian. Surat keterangan ini tanggalnya tidak boleh lebih dari 30 hari sejak tanggal keberangkatan pesawat outbound atau inbound yang dijadwalkan. Selain itu penumpang harus menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban terbatas AirAsia/AirAsia X pada saat melakukan check-in untuk membebaskan AirAsia/Airasia X dari pertanggungjawaban yang timbul dari hal tersebut. Kehamilan 35 minggu ke atas, Airasia tidak memperkenankan melakukan penerbangan menggunakan pesawat terbang.